Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahKarawangUncategorized

BUMDes Desa Panca Karya Dituding Fiktif, Direktur Adik Kades Jadi Sorotan

187
×

BUMDes Desa Panca Karya Dituding Fiktif, Direktur Adik Kades Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorotfakta.co.i

Karawang // SoroFakta.co.id
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Panca Karya, Kecamatan Tempuran, menjadi sorotan tajam masyarakat setelah muncul dugaan kuat adanya kegiatan dan laporan keuangan yang tidak nyata atau fiktif pada tahun anggaran 2025.

Example 300x600

Data menunjukkan, pada tahun 2025 Desa Panca Karya menerima Dana Desa sebesar Rp932.873.000. Dari jumlah tersebut, dialokasikan sebagai modal BUMDes senilai Rp186.574.000. Angka besar ini justru memicu pertanyaan, lantaran sejumlah pos pengeluaran dinilai tidak memiliki bukti fisik yang jelas.

Salah satu titik utama dugaan ketidakwajaran adalah laporan sewa lahan sawah seluas 3 hektare. Tercatat dalam laporan pertanggung jawaban, biaya sewa satu musim sebesar Rp12.000.000, atau setara Rp24.000.000 per tahun per hektare. Namun, hasil penelusuran yang dilakukan tokoh masyarakat setempat, Zaenal M. Laiyan, S.H., menyimpulkan bahwa transaksi tersebut diduga fiktif karena tidak ditemukan kejelasan lahan yang dimaksud di lapangan.

“Berdasarkan pengecekan kami, data sewa lahan tersebut tidak sesuai kenyataan. Kami juga sudah meminta penjelasan kepada pengelola BUMDes, namun belum ada jawaban yang memuaskan,” ungkap Zaenal.

Masalah tak berhenti di situ. Masyarakat juga diduga seluruh hasil panen dari lahan yang dikelola BUMDes tersebut diduga dibawa sepenuhnya oleh Kepala Desa, sehingga tidak ada keuntungan yang kembali ke kas usaha desa atau diduga tidak ada PADes

Publik semakin curiga mengetahui jabatan Direktur BUMDes dijabat oleh adik kandung Kepala Desa. Kondisi ini dinilai jelas menunjukkan adanya potensi kongkalikong dan nepotisme, yang membuat pengawasan menjadi lemah dan membuka celah penyimpangan.

“Bagaimana bisa diawasi jika yang mengelola adalah saudara kandung? Ini jelas ada yang tidak beres,” ujar Zainal

Dan sangat disayangkan yang seharusnya hari ini Jum, at 29/05/2026 ada agenda pertemuan dengan pihak pengurus BUMDes Desa pancakarya dan pihak kecamatan Tempuran, tetapi sangat disesalkan direktur BUMDes malah masuk kerja dirumah sakit Dewi Sri.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan keberadaan sisa modal awal sebesar Rp186 juta lebih tersebut, lantaran belum ada laporan rinci dan transparan yang disampaikan ke publik. Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan ini demi keadilan dan akuntabilitas keuangan desa ,di lansir dari media online rakyatjelata.com

( Red )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *