KARAWANG // SorotFakta.co.id
Banyak dikeluhkan warga pengguna jalan hingga pemilik toko karena kondisi jalan berdebu dan tidak nyaman untuk dilewati kendaraan, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, S.H., M.H., meminta Bupati Karawang untuk mendengar keluhan warganya, agar segera membongkar paving blok di Jalan Tuparev dan mengembalikan kondisi jalannya menjadi aspal.
Menurut Asep Agustian (Askun), Jalan Tuparev merupakan pusat pertokoan tempat bongkar muat kendaraan bertonase. Sehingga menurutnya tidak cocok dipasang paving blok yang tidak akan kuat menahan tonase kendaraan dan dipastikan segera akan cepat rusak.
“Kalau paving blok yang di depan Eng Siu Tong itu bagus, gak perlu dibongkar, karena itu bagus untuk kuliner. Tapi ini yang dari jalur setelah rel kereta api, itu harus dibongkar dan kembalikan ke aspal,” tutur Askun, Rabu (14/10/2026).

Menurut Askun, konsep menerapkan paving blok di jalan Tuparev bukan tidak bagus. Tetapi hanya tidak cocok dengan kontur tanah yang rawan banjir dan cepat rusak.
“Kalau tetap dipaksakan paving blok, tetap tidak akan menyerap air, tetap akan banjir, karena dibawah paving blok itu tetap aspal. Maka saya mohon dengan sangat kepada pak bupati, bongkar saja paving blok jalan Tuparev dan kembalikan ke aspal,” katanya.
Image Bupati Rusak Gegara Paving Blok Jalan Tuparev
Menurut Askun, satu sisi banyak prestasi pembangunan yang dilakukan Bupati Aep. Misal seperti perbaikan jalan Cikalong-Cilamaya, Gempol-Johar, hingga perbaikan akses menuju Gerbang Tol Karawang Barat dan Karawang Timur.
Belum lagi revitalisasi Stadion Singaperbangsa, GOR Panatayudha, Lapangan Karawangpawitan, hingga terakhir revitalisasi semrawut Taman Ade Irma (Taman Bencong) menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan Cikampek melalui rencana pembangunan flyover.
Namun demikian, kata Askun, semua prestasi pembangunan itu seakan sirna, ketika viral di media sosial tentang banyaknya keluhan paving blok Jalan Tuparev.
“Saya mohon maaf kepada pak bupati untuk dibongkar saja paving blok jalan Tuparev, kembalikan ke aspal. Karena bahasa masyarakat di medsos sudah gak enak, seperti pak bupati terkesan gak mendengar keluhan masyarakatnya,” katanya.
“Saya gak enak membacanya, kritikan-kritikan di medsos sudah mengarah ke satir. Bukan ide pak bupati yang tidak cemerlang. Tetapi memang Jalan Tuparev gak cocok untuk paving blok. Kembalikan saja ke aspal, pakai marka jalan untuk mempercantik, itu pasti akan bagus sekali,” timpal Askun.
APBD dan CSR Perusahaan Habis untuk Anggaran Perbaikan
Diketahui, awalnya pembangunan Jalan Tuparev menggunakan paving blok menggunakan CSR perusahaan. Namun kemudian, Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar dalam APBD 2025 untuk proyek lanjutan conblock/paving block di Jalan Tuparev (dari Eng Siu Tong ke arah Alun-Alun), serta pagu tambahan Rp 1 miliar untuk paket peningkatan Jalan Tuparev 1.
Menyikapi persoalan ini, Askun memastikan akan banyak dana APBD dan CSR perusahaan yang akan habis, hanya untuk pembangunan Jalan Tuparev menggunakan paving blok.
Ia kembali mengulas kontur tanah jalan Tuparev yang labil dan rawan banjir, serta tempat bongkar buat kendaraan bertonase, maka dipastikan kondisi jalannya akan cepat rusak dan menghabiskan APBD dan dana CSR perusahaan untuk perbaikannya.
“Berdebu dan geradak-geruduk gak nyaman dilewati kendaraan, itulah kondisi jalan Tuparev kalau dipaksakan menggunakan paving blok. Banyak dikeluhkan warga dan pemilik toko, maka sudah bongkar saja dan kembalikan ke aspal,” tegas Askun.
“Sekali lagi saya tegaskan, mohon maaf bukan konsep paving blok jalan Tuparev gak bagus, tapi memang tidak cocok dengan kontur tanah dan kondisi kendaraan yang melintas. Jangan sampai image pak bupati rusak gara-gara paving blok jalan Tuparev. Sementara kita melihat banyak prestasi pembangunan yang sudah dilakukan pak bupati,” pungkas Askun.
( MARLIN )



















