KARAWANG // SorotFakta.co.id
Proyek pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jalan usaha tani di Dusun Kosambibatu I, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, dengan nilai anggaran Rp323,5 juta menjadi sorotan.
Kondisi hamparan material beskos yang tampak tipis dan tidak merata di sejumlah titik memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian ketebalan pengerasan dengan spesifikasi teknis pekerjaan,10 Oktober 2026.Sorotan tersebut menguat setelah beredarnya dokumentasi lapangan yang memperlihatkan meteran ditempatkan pada beberapa titik hamparan Beskos.
Dalam foto, permukaan material terlihat didominasi batu pecah dan agregat, dengan lapisan yang secara visual tampak relatif tipis di beberapa bagian.Meski demikian, angka ketebalan aktual belum dapat dipastikan hanya melalui dokumentasi foto. Pengukuran langsung diperlukan untuk mengetahui ketebalan lapisan secara akurat, kemudian membandingkannya dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Selain ketebalan hamparan, pola pelaksanaan pekerjaan juga menjadi perhatian. Seorang sumber menyebut aktivitas pengerjaan tidak terlihat pada siang hari dan baru berlangsung pada sore hingga malam.“Kalau siang tidak ada yang kerja. Aktivitasnya mulai sore sampai malam. Baru satu malam dikerjakan pengecorannya,” ujar Sumbar.
Keterangan itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan selama pekerjaan berlangsung. Terlebih, pengawasan diperlukan untuk memastikan material yang digunakan, ketebalan lapisan, volume pekerjaan, serta metode pelaksanaan sesuai dengan ketentuan teknis.
Namun, pengerjaan pada malam hari tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Hal yang perlu dipastikan ialah apakah seluruh tahapan pekerjaan telah memenuhi persyaratan mutu dan ketentuan dalam kontrak.Spesifikasi dan Volume Pekerjaan Perlu DibukaDengan nilai proyek mencapai Rp323,5 juta, keterbukaan informasi mengenai spesifikasi dan volume panjang dan lebar pekerjaan menjadi penting.
Ketebalan hamparan beskos perlu diperiksa karena berpengaruh terhadap pemenuhan spesifikasi konstruksi dan kualitas hasil pekerjaan.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada beberapa titik dengan menunjukkan batas lapisan secara jelas.
Hasil pengukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan ketebalan yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak agar dapat diketahui apakah terdapat perbedaan antara rencana dan kondisi aktual di lapangan.Pihak pelaksana, konsultan pengawas, serta instansi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut perlu memberikan penjelasan mengenai ketebalan yang dipersyaratkan, volume material, metode pengerjaan, dan hasil pengawasan selama pelaksanaan proyek.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait yang dicantumkan mengenai spesifikasi ketebalan dan hasil pemeriksaan lapangan.
Redaksi SorotFakta.co.id membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak pelaksana serta instansi terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang.
Masyarakat kini menantikan pemeriksaan teknis untuk memastikan pekerjaan jalan usaha tani di Dusun Kosambibatu I dilaksanakan sesuai spesifikasi, volume, mutu, dan nilai kontrak yang telah ditetapkan.
(Darmo)



















