Karawang — SorotFakta.co.id
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebabkan atap rumah warga ambruk. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Ciluwek Timur 2, RT 02 RW 07, pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Rumah yang terdampak diketahui milik Putri Anggraini, seorang warga setempat. Ambruknya atap rumah diduga kuat disebabkan oleh kondisi material bangunan yang sudah lapuk serta terus-menerus terpapar air hujan dan panas matahari.
Menurut keterangan Anggraini, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, termasuk kepada salah satu staf bidang Rulahu. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut berupa perbaikan rumah.
“Sudah sekitar 10 hari sejak kejadian. Waktu itu memang sudah disurvei dari Dinas PRKP, tapi sampai sekarang belum ada pelaksanaan perbaikan, terus kita selama ini juga numpang di rumah orang terus “, ujar Anggraini
Kondisi tersebut disorot oleh Rahmat, Sekretaris Jenderal DPP INPERA Kabupaten Karawang. Ia menilai kerusakan rumah Anggraini masuk kategori darurat (emergency) dan seharusnya segera mendapat penanganan melalui program Rulahu Emergency.
“Pihak Dinas PRKP seharusnya jangan pilih kasih. Berikan keadilan kepada seluruh masyarakat Karawang yang memang sangat membutuhkan bantuan. Rumah Anggraini ini jelas masuk kategori emergency karena atapnya roboh. Bahkan Bupati Karawang sudah memberikan instruksi agar rumah yang ambruk segera dibangun kembali melalui program Rulahu Emergency”.
Lanjut Rahmat “, sangatlah kasihan Anggraini sudah numpang terus di rumah orang,mana punya bayi dan suaminya juga kerja nya jauh di daerah Sumatera,jadi saya berharap PLT kepala dinas PRKP bisa melihat dengan jelas seperti apa penderitaan yang di alami Anggraini dan berikan keadilan”,tegas Rahmat.Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, PLT Kepala Dinas PRKP Kabupaten Karawang, Asep Azhar, saat dikonfirmasi mengaku menerima banyak laporan kerusakan rumah hampir setiap hari dari berbagai wilayah.“Duh, banyak pisan. Hampir setiap hari saya dapat laporan. Hari ini saja ada tiga camat yang melapor, dua dari media juga. Kami siap,” kata Asep Azhar singkat.
Sedangkan Ali, staf Kabid Rulahu Dinas PRKP, saat dimintai keterangan hanya menyampaikan jawaban singkat.“Iya pak, tunggu ya,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah melalui Dinas PRKP segera merealisasikan bantuan perbaikan rumah tersebut, mengingat kondisi bangunan yang rusak berat dan membahayakan keselamatan penghuninya, terutama saat musim hujan masih berlangsung .
. ( Red)



















