Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKarawang

Proyek Pertanian Diduga Abaikan Kualitas, Keuntungan Lebih Diutamakan

80
×

Proyek Pertanian Diduga Abaikan Kualitas, Keuntungan Lebih Diutamakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorotfakta.co.id

Karawang // Sorotfakta.co.id

Example 300x600

Sebuah proyek pertanian yang berlokasi di Desa Kalibuaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, diduga dikerjakan asal jadi dan mengabaikan kualitas pekerjaan. Dugaan tersebut mencuat setelah awak media melakukan pemantauan langsung di lokasi proyek pada Jumat (9/5/2026).

Proyek pertanian yang bersumber dari bantuan pemerintah itu diduga tidak memenuhi standar teknis. Dari hasil pengecekan di lapangan, material yang digunakan tampak tidak layak, sementara metode pengerjaan dinilai berisiko terhadap ketahanan bangunan.

Di mana (Where)Lokasi proyek berada di Desa Kalijaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang.

Temuan lapangan dilakukan pada 9 Mei 2026.Proyek tersebut disebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian, yang diterima oleh Kelompok Tani Lugina dengan nilai anggaran sebesar Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Dugaan pekerjaan asal jadi muncul karena kualitas material dan teknik pemasangan yang dinilai tidak sesuai standar, serta minimnya pengawasan dari pihak terkait.

Berdasarkan pantauan awak media, salah satu bahan material saat dipegang menyerupai pasir bercampur abu tanah. Selain itu, pemasangan batu kali dilakukan dengan cara ditanam langsung di lumpur, padahal lokasi tersebut memiliki potensi debit air banjir yang deras. Kondisi ini dinilai berisiko merusak konstruksi dalam waktu singkat.

Saat dikonfirmasi di lokasi, para pekerja proyek mengaku tidak mengetahui secara jelas siapa pihak yang bertanggung jawab.“Kalau ditanya kelompok taninya siapa, saya tidak tahu, Pak. Pemborongnya juga tidak tahu,” ujar salah seorang pekerja kepada awak media

.Ketika ditanya terkait kehadiran pihak dinas, pekerja tersebut menambahkan, “Sejak kami bekerja di sini, kami tidak pernah melihat pihak dinas datang. Mungkin kami terlalu fokus kerja,” ujarnya singkat.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, tidak terlihat adanya pengawasan dari dinas terkait, dan kepala pemborong proyek juga tidak berada di lokasi pekerjaan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait efektivitas penggunaan anggaran negara yang nilainya cukup fantastis.

Masyarakat berharap aparat pengawas dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar proyek pertanian tersebut benar-benar memberi manfaat bagi petani dan tidak hanya mengedepankan keuntungan semata. ( M Leo )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *