Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaSeputar DesaUncategorized

Proyek Jalan Swakelola PISEW di Dusun Rawasari Retak dan Belum Tuntas, Masyarakat Desak Inspektorat Audit

18
×

Proyek Jalan Swakelola PISEW di Dusun Rawasari Retak dan Belum Tuntas, Masyarakat Desak Inspektorat Audit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Redaksi

KARAWANG // SorotFakta.co.id

Example 300x600

Proyek pembangunan jalan lingkungan di Dusun Rawasari, Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, yang dilaksanakan melalui program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dengan anggaran Bantuan Pemerintah Masyarakat (BPM) sebesar Rp500 juta, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi, permukaan jalan yang telah dikerjakan terlihat mengalami retak rambut memanjang, sementara sebagian pekerjaan lainnya masih belum rampung.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan, progres pelaksanaan, serta pengawasan terhadap proyek yang dilaksanakan secara swakelola tersebut. Masyarakat pun meminta Inspektorat Kabupaten Karawang turun tangan melakukan pemeriksaan dan audit guna memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan serta penggunaan anggaran dapat dipertanggung jawabkan.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek, kegiatan tersebut memiliki nilai anggaran BPM sebesar Rp500.000.000,00 dan dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat Kerja Sama Antar Desa (Pokmas KAD) Lumbung Kita.

Namun, kondisi fisik jalan di lapangan menunjukkan adanya sejumlah retakan pada permukaan beton. Selain itu, masih terdapat beberapa meter bagian jalan yang belum diselesaikan. Temuan tersebut menjadi perhatian warga yang berharap pembangunan infrastruktur dapat menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Warga juga mempertanyakan pengawasan selama proses pengerjaan berlangsung. Keberadaan pengawas maupun pihak pengelola kegiatan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, rencana anggaran biaya (RAB), serta ketentuan yang berlaku.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Inspektorat Kabupaten Karawang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari kesesuaian spesifikasi teknis, volume pekerjaan, progres pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Pemeriksaan diperlukan agar persoalan kualitas pekerjaan dapat diketahui secara objektif dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan apabila ditemukan penyimpangan.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kedungjaya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (20/10/2026), memberikan penjelasan bahwa bagian jalan yang mengalami retakan rencananya akan diperbaiki sekaligus ditutup menggunakan aspal.“Itu mau diperbaiki, mau ditutup aspal. Masih ada yang mau jadi, sekalian pesan corannya,” demikian jawaban singkat Sekdes Kedungjaya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya rencana tindak lanjut terhadap kondisi jalan yang menjadi sorotan. Meski demikian, masyarakat berharap perbaikan benar-benar dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas konstruksi dan standar teknis yang berlaku, bukan sekadar menutupi kerusakan pada permukaan jalan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai jadwal penyelesaian pekerjaan, penyebab munculnya retakan, maupun hasil pemeriksaan teknis terhadap kondisi jalan tersebut.

Masyarakat berharap pihak pelaksana dan instansi terkait memberikan penjelasan secara terbuka serta memastikan proyek PISEW di Dusun Rawasari dapat diselesaikan dengan baik. Transparansi dan pengawasan yang memadai dinilai penting agar anggaran pemerintah benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat di pertanggung jawabkan.

( Red )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *