Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKarawang

Diduga Lolos dari Pengawasan Rutilahu di Kalenasem Disorot : Material Bambu, Kayu hingga Besi Dipertanyakan

17
×

Diduga Lolos dari Pengawasan Rutilahu di Kalenasem Disorot : Material Bambu, Kayu hingga Besi Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Redaksi

KARAWANG | SOROTFAKTA.CO.ID — Pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Kalen asem, Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Sejumlah material di lokasi dinilai perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut, sementara pengawasan dari pihak terkait juga dipertanyakan, Senin (21/9/2026)

Example 300x600

Pengecekan tim media Sorotfakta.co.id pada menemukan tidak terlihatnya papan informasi kegiatan di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat informasi mengenai nilai anggaran, sumber dana, pelaksana hingga waktu pelaksanaan belum dapat diketahui dari lokasi pekerjaan.

Selain persoalan tersebut, material bambu yang disiapkan di lokasi terlihat sejumlah batang dalam kondisi melengkung. Material kayu juga disebut oleh pihak keluarga penerima manfaat memiliki kondisi yang kurang baik, di antaranya bengkok dan terdapat bagian yang diduga sudah rapuh.

Perwakilan keluarga penerima manfaat mengatakan kondisi bambu dan kayu tersebut diduga terjadi di beberapa lokasi.“Untuk pengadaan bambu dan kayu sama di empat lokasi. Kayunya jelek pada melengkung,” ujarnya kepada media.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran material bambu tersebut tidak dapat digunakan secara maksimal.“Kami khawatir nanti bambu tidak terpakai. Kayaknya ini bambu hasil ngebrong di kebun, bukan beli ke material,” katanya.

Tak hanya material bambu dan kayu, pembesian yang akan digunakan untuk bagian balok/sloof juga menjadi perhatian.Berdasarkan pengukuran awal menggunakan alat ukur di lokasi, besi balok/sloof terukur sekitar 7,8 milimeter, sedangkan besi cincin atau begel sekitar 4,8 milimeter.

Sementara informasi spesifikasi yang menjadi acuan pengecekan awal menyebutkan besi balok/sloof berukuran 10 milimeter dan cincin atau begel 6 milimeter.Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material dengan spesifikasi pekerjaan.

Namun, hasil pengukuran lapangan merupakan temuan awal dan perlu dicocokkan dengan RAB, gambar kerja, serta spesifikasi teknis resmi sebelum dapat disimpulkan sebagai ketidaksesuaian.Di sisi lain, saat tim media melakukan pengecekan, belum terlihat adanya pengawasan langsung dari pihak dinas yang melakukan pemeriksaan terhadap material maupun pelaksanaan pekerjaan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan, apakah temuan material di lapangan tersebut diduga lolos dari pengawasan atau memang masih menunggu pemeriksaan dari pihak pengawas.

Pihak pengawas DPRKP Kabupaten Karawang turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi material bambu, kayu dan pembesian, sekaligus mencocokkannya dengan RAB serta gambar kerja.

Jika pemeriksaan nantinya menemukan adanya material yang tidak sesuai dengan ketentuan, pihak pelaksana diharapkan melakukan perbaikan atau penggantian sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Pengawasan secara langsung dinilai penting agar program Rutilahu benar-benar menghasilkan hunian yang layak, aman dan kokoh bagi masyarakat penerima manfaat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun pengawas DPRKP Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan terkait temuan tersebut. SorotFakta.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Reporter (Septian)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *