KARAWANG | SorotFakta.co.id
Pembangunan PAUD Miftahut Taawun di Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian setelah tim media melakukan pemantauan di lokasi pada Rabu, 2 September 2026.Pekerjaan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang, kegiatan memiliki waktu pelaksanaan 112 hari kalender, mulai 9 Agustus hingga 7 Desember 2026, dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 dan jumlah bantuan sebesar Rp714.434.000.
Dalam pemantauan di lapangan, tim SorotFakta juga melakukan pengecekan terhadap material besi yang digunakan untuk pekerjaan struktur bangunan.Saat ditanyakan kepada pekerja, besi kolom disebut menggunakan ukuran 12 milimeter, sedangkan besi cincin atau begel disebut berukuran 8 milimeter.
Namun, ketika dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur digital, besi yang diperiksa menunjukkan hasil sekitar 9,4 milimeter, sementara besi cincin menunjukkan sekitar 6,0 milimeter.
Temuan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
Namun, tim SorotFakta belum melihat maupun memperoleh gambar kerja atau dokumen teknis secara langsung di lokasi pekerjaan. Karena itu, media belum dapat memastikan bahwa ukuran 12 milimeter untuk besi kolom dan 8 milimeter untuk besi cincin merupakan ukuran yang diwajibkan dalam RAB atau gambar kerja.
Hasil pengukuran tersebut masih merupakan temuan awal di lapangan dan perlu diverifikasi dengan RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis serta dokumen pelaksanaan oleh pihak yang berwenang.
Selain material, tim media juga menyoroti papan informasi kegiatan. Pada papan tersebut tercantum nama kegiatan, nama sekolah, pelaksana, waktu pelaksanaan, sumber dana dan jumlah bantuan. Namun, alamat lengkap lokasi pekerjaan diduga tidak tercantum pada papan informasi kegiatan.
Sementara itu, alamat sekolah tercantum pada papan nama sekolah, yakni Jl. Raya Pisangsambo Km 4,5, Dsn. Trijaya, RT 02/01, Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena informasi yang lengkap diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui lokasi dan pelaksanaan kegiatan serta turut melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.
Tim media juga berupaya meminta keterangan dari pihak P2SP: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.maupun konsultan pengawas terkait pelaksanaan pekerjaan dan hasil pengawasan material. Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum berhasil dikonfirmasi.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada kepala sekolah yang berinsal H melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum mendapatkan tanggapan.
Sementara itu, pekerja di lokasi menyampaikan bahwa mereka merupakan warga sekitar yang ikut mengerjakan pembangunan.
Namun, ketika ditanyakan mengenai pihak pelaksana yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, pekerja mengaku tidak mengetahui secara rinci pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan.
Atas temuan tersebut, SorotFakta berharap pihak dinas atau instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, termasuk memeriksa material pembesian dan mencocokkannya dengan RAB serta gambar kerja, sehingga dapat diketahui apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Media juga berharap aspek keterbukaan informasi dalam pelaksanaan kegiatan dapat diperhatikan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pembangunan tersebut.Hingga berita ini diterbitkan,
SorotFakta masih berupaya menggali informasi dan meminta klarifikasi dari seluruh pihak terkait,
Berita ini merupakan laporan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan masih bersifat dugaan. Hasil pengukuran yang diberitakan bukan merupakan hasil pemeriksaan teknis resmi. SorotFakta tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak P2SP, pelaksana, konsultan pengawas, kepala sekolah maupun instansi terkait.
( SP )



















