Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KarawangPendidikanUncategorized

Proyek Rehabilitasi SDN 4 Kemiri Diduga Mangkrak, Genteng Berjatuhan dan Keselamatan Siswa Terancam

22
×

Proyek Rehabilitasi SDN 4 Kemiri Diduga Mangkrak, Genteng Berjatuhan dan Keselamatan Siswa Terancam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KARAWANG // SorotFakta.co.id — Kondisi bangunan SDN 4 Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, memprihatinkan setelah kegiatan rehabilitasi ruang kelas diduga terhenti usai pembongkaran atap. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa maupun tenaga pengajar yang masih beraktivitas di lingkungan sekolah.

Proyek yang seharusnya menunjang kenyamanan kegiatan belajar mengajar itu justru menyisakan persoalan. Sejumlah genteng telah dibongkar, sementara material pengganti belum terlihat tersedia di lokasi. Kondisi tersebut membuat bagian bangunan terbuka dan rentan terdampak hujan serta angin kencang, Kamis (29/10/2026).

Example 300x600

Ironisnya, genteng bekas pembongkaran disebut masih menumpuk di atas rangka atap yang kondisinya sudah keropos. Ketika hujan deras disertai angin kencang melanda, beberapa genteng dilaporkan jatuh ke bawah, termasuk di area selasar dan sekitar ruang kelas yang masih digunakan untuk kegiatan belajar.

Genteng Berjatuhan, Siswa dan Guru Dihantui Rasa Takut

Kondisi atap yang terbuka dengan sisa genteng menggantung tidak beraturan menjadi ancaman serius bagi warga sekolah. Aktivitas sehari-hari, termasuk saat siswa hendak menuju toilet atau berpindah ruangan, dikhawatirkan dapat berujung pada kecelakaan jika material atap kembali berjatuhan.

Salah seorang guru SDN 4 Kemiri yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuat guru dan siswa merasa tidak aman.

“Setiap hari kami merasa khawatir. Anak-anak mau ke toilet saja takut karena genteng di atas bisa jatuh sewaktu-waktu. Kalau sampai jatuh ke dalam kelas saat kegiatan belajar berlangsung, tentu sangat berbahaya bagi siswa,” ungkapnya.

Selain ancaman genteng yang berjatuhan, ketiadaan penutup atap membuat air hujan masuk ke dalam ruangan. Akibatnya, plafon menjadi basah dan lapuk, lantai licin, serta sejumlah buku pelajaran ikut terkena air.

Kondisi ini dikhawatirkan memperparah kerusakan bangunan apabila tidak segera ditangani. Terlebih, bagian plafon yang telah mengalami pelapukan berpotensi runtuh dan membahayakan siapa pun yang berada di bawahnya.

Pembongkaran Dinilai Tidak Didukung Kesiapan Material

Pihak guru juga menyayangkan pelaksanaan pekerjaan yang dinilai tidak memperhitungkan kesiapan material pengganti sebelum pembongkaran dilakukan.

Menurut keterangan guru tersebut, pembongkaran atap semestinya tidak dilaksanakan sebelum material baru tersedia dan perlindungan sementara disiapkan. Namun, setelah genteng dan bagian kayu atap dibongkar, pekerjaan justru tidak segera berlanjut.

“Kalau materialnya belum siap, seharusnya jangan dibongkar terlebih dahulu. Genteng sudah dilepas, kayu sudah dibuka, tetapi material baru belum tersedia. Akhirnya kondisi sekolah menjadi seperti ini dan anak-anak yang terdampak,” keluhnya.

Ia menilai, kesiapan material seperti baja ringan, genteng pengganti, serta terpal pelindung semestinya dipastikan sebelum pekerjaan pembongkaran dimulai. Langkah tersebut penting agar ruang kelas tidak dibiarkan terbuka dan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan aman.

Akibat kondisi bangunan yang belum tertangani, kegiatan pembelajaran dilaporkan mengalami gangguan. Guru terpaksa memindahkan siswa ke ruangan yang dinilai lebih aman serta mengatur aktivitas agar tidak berdekatan dengan bagian bangunan yang berisiko.

Disdikpora dan Konsultan Pengawas Diminta Turun Tangan

Kondisi tersebut memunculkan desakan dari masyarakat dan wali murid agar pihak kontraktor pelaksana segera memberikan pertanggungjawaban serta memastikan pekerjaan rehabilitasi dilanjutkan hingga selesai.

Mereka juga meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang bersama konsultan pengawas segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi untuk menilai kondisi bangunan dan memastikan langkah pengamanan bagi warga sekolah.

Penanganan segera dinilai penting agar kerusakan tidak semakin meluas dan proses belajar mengajar tidak terus terganggu. Keselamatan siswa, guru, serta seluruh warga sekolah harus menjadi prioritas utama.

Hingga persoalan ini ditangani, kondisi bangunan SDN 4 Kemiri masih menjadi perhatian. Jika tidak segera dilakukan pengamanan dan perbaikan, risiko jatuhnya material atap maupun runtuhnya bagian bangunan dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih serius.

Pihak kontraktor pelaksana, Disdikpora Kabupaten Karawang, dan konsultan pengawas perlu memberikan penjelasan mengenai penyebab terhentinya pekerjaan serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk menjamin keselamatan warga sekolah.

Reporter ( BARKI )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *