Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKarawangNasional

Diduga Tak Sesuai RAB, Proyek Rutilahu di Cikampek Selatan Disorot: Besi dan Kusen Dipertanyakan

25
×

Diduga Tak Sesuai RAB, Proyek Rutilahu di Cikampek Selatan Disorot: Besi dan Kusen Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Redaksi

KARAWANG | SOROTFAKTA.CO.ID — Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Ciluwek, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dikerjakan oleh CV Putra Bintang, mendapat sorotan dari tokoh pemuda setempat.

Example 300x600

Sorotan tersebut muncul lantaran pelaksanaan pembangunan Rutilahu itu diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang.

Tokoh pemuda Cikampek yang akrab disapa Bang Doy mengatakan, dirinya bersama masyarakat menemukan sejumlah hal di lokasi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan dari pihak terkait.

Menurut Bang Doy, pelaksana lapangan proyek tersebut disebut berinisial A. Ia mengaku telah menyampaikan teguran melalui pesan WhatsApp terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan, namun teguran tersebut disebut tidak mendapat respons.

“Sudah kami tegur melalui WhatsApp, tetapi tidak dihiraukan. Kami melihat di lokasi, besi yang digunakan diduga tidak menggunakan ukuran 10. Selain itu, jarak antar-cincin pembesian ada yang mencapai sekitar 30 sentimeter,” ujar Bang Doy saat ditemui di kediamannya, Minggu (6/9/2026).

Selain persoalan pembesian, Bang Doy juga menyoroti bagian kusen pintu kamar. Ia menduga kusen tersebut dibuat sendiri menggunakan material kayu balokan sehingga hasil pekerjaannya dinilai kurang baik.

“Yang lebih parah, untuk kusen pintu kamar terlihat dibuat sendiri menggunakan kayu balokan. Menurut kami, hasil kusennya kurang bagus dan perlu diperiksa apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam RAB,” katanya.

Bang Doy menegaskan, kritik tersebut disampaikan bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar program Rutilahu yang menggunakan anggaran pemerintah benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima bantuan.

Ia juga meminta Dinas PRKP Kabupaten Karawang, khususnya pihak pengawas, segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring terhadap pekerjaan tersebut.

“Kami sebagai masyarakat berharap pihak Dinas PRKP, terutama pengawas, turun ke lokasi dan melakukan monitoring. Jangan sampai ada pembiaran. Apalagi sampai saat ini papan proyek juga belum dipasang, padahal pekerjaan sudah berjalan,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan papan informasi proyek penting agar masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai kegiatan pembangunan, termasuk pelaksana, nilai anggaran, sumber dana, serta waktu pelaksanaan pekerjaan.

Bang Doy berharap Kabid maupun PPTK pada bidang terkait segera mengambil langkah tegas apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB maupun spesifikasi teknis.

“Kalau memang ditemukan ketidaksesuaian, harus segera diperbaiki. Jangan sampai pengawasan terkesan lemah sehingga pekerjaan yang tidak sesuai terus dibiarkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dari CV Putra Bintang belum memberikan tanggapan maupun jawaban terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut.Sementara itu, identitas pihak pengawas proyek juga belum diketahui sehingga belum dapat dimintai keterangan mengenai pelaksanaan dan pengawasan pembangunan Rutilahu tersebut.

Konfirmasi dan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun Dinas PRKP Kabupaten Karawang tetap diperlukan untuk memastikan apakah temuan yang disampaikan masyarakat tersebut benar-benar bertentangan dengan RAB dan spesifikasi teknis pekerjaan.

( DT )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *