Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahNasional

KOMPAK TINGKATKAN PELAYANAN, MITRA MBG BATANG GELAR DEKLARASI. 17 MITRA DAPUR TOLAK HADIR BERGABUNG

26
×

KOMPAK TINGKATKAN PELAYANAN, MITRA MBG BATANG GELAR DEKLARASI. 17 MITRA DAPUR TOLAK HADIR BERGABUNG

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Redaksi

BATANGSorotFakta.co.id

Example 300x600

Sebanyak 74 dari total 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Batang resmi membentuk Paguyuban Mitra SPPG se-Kabupaten Batang. Wadah ini dihadirkan untuk menyelaraskan standar operasional serta memperkuat koordinasi antarpenyelenggara program gizi di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Batang, Suyono, menyambut positif inisiatif pembentukan forum komunikasi ini. Menurutnya, koordinasi yang solid antar-pengelola sangat krusial untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis di lapangan secara cepat dan mencegah timbulnya aduan masyarakat.

“Saya berharap ini menjadi solusi ketika ada persoalan-persoalan untuk segera bisa dikomunikasikan, yang tentunya membuat dampak yang lebih baik, mengurangi kritik masyarakat,” ujar Suyono saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Selain memastikan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), Suyono menggarisbawahi pentingnya keseragaman menu harian di seluruh SPPG se-Kabupaten Batang. Penyelarasan ini dinilai tidak hanya menjaga kualitas gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga mendongkrak perekonomian lokal.

“Bagaimana standardisasi makan yang hari itu di seluruh SPPG se-Kabupaten Batang bisa sama. Biar yang sayur, sayurnya laku, telurnya laku. Ini menurut saya lebih bagus,” kata Suyono.

Ia menegaskan pihak pemerintah daerah tidak memberikan tekanan kepada pengelola, melainkan mendorong pelaksanaan program agar terus berpedoman pada SOP yang berlaku dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Paguyuban Mitra SPPG se-Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabar, menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh mitra menjalankan program sesuai regulasi BGN secara serentak.

Terkait 17 SPPG yang belum bergabung dalam paguyuban, Umar menyebut faktor keterbatasan komunikasi dengan mitra yang berasal dari luar Kabupaten Batang menjadi salah satu kendala utama.

“Mitranya banyak yang dari luar kota, jadi komunikasi agak terjadi kendala. Kami tetap membuka komunikasi agar seluruh SPPG di Kabupaten Batang berada dalam satu wadah dan berjalan bersama-sama,” ungkap Umar.

( Red )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *