Karawang // Sorotfakta.co.id
Munculnya permasalahan armada kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang yang tidak memadai, yang diduga karena faktor minimnya anggaran pemeliharaan untuk perbaikan bak truk pengangkut sampah, sedang menjadi sorotan masyarakat.Hal tersebut juga dikeluhkan oleh Willyanto Salmon selaku Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Karawang. Ia juga merasa merasa heran, kenapa anggaran untuk pemeliharaan armada angkutan sampah tidak menjadi prioritas ditengah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sedang terjadi.
Melihat permasalahan tersebut, seorang pemerhati, Andri Kurniawan mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Dimana menurutnya persoalan penanganan sampah di Kabupaten Karawang harusnya menjadi skala prioritas, khususnya dalam hal kebijakan anggaran. Ini kok setiap Tahun Anggaran yang saya perhatikan terus mengalami pengurangan? Rabu, (29/4/2026).
“Bisa kita bayangkan, anggaran pemeliharaan merosot tajam dari Rp 4,86 miliar pada Tahun 2024, menjadi Rp 3,17 miliar di Tahun 2025. Lebih ironisnya lagi, pada Tahun 2026 sekarang, alokasi anggaran untuk perbaikan bak truk hanya tersisa Rp 335,7 juta untuk menangani puluhan armada di seluruh Kabupaten,” Ungkapnya
Lebih lanjut, Andri menjelaskan, “Kita bisa bayangkan, Kabupaten Karawang yang sangat luas ini, dan populasi manusianya lumayan banyak. Tapi hanya memiliki anggaran perbaikan bak truk pengangkut sampah sebesar Rp 335,7 juta saja? Logikanya, bagaimana dapat mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang,”
“Yang membuat tidak habis pikir bagi saya, ketika terjadi penurunan anggaran, tiba – tiba muncul narasi seolah penurunan anggaran secara signifikan ini diakibatkan oleh mantan Kabid Kebersihan sebelumnya. Karena rumusan rancangan anggaran dibuat oleh Kabid terdahulu,” Sesalnya
“Pemahaman tersebut dapat menjadi stigma negatif yang perlu diluruskan. Karena selevel Kabid tidak memiliki kekuasaan atas anggaran. Dimana untuk APBD itu yang menentukan adalah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Banggar DPRD) setiap Tahun Anggarannya,” Ujar Andri
“Justru yang menjadi pertanyaan saya atas kebutuhan masyarakat dibidang kebersihan ini, kenapa rekan – rekan di Banggar DPRD Karawang tidak peka dalam mengawal kebijakan anggaran untuk operasional kebersihan di DLH Karawang,” Tandasnya
Masih kata Andri, “Walau hari ini ada kelemahan dalam kondisi fiskal di Kabupaten Karawang karena adanya efisiensi, setidaknya bisa berpikir logis. Dalam satu Tahun untuk se – Kabupaten hanya diangka Rp 335,7 juta,”
“Langkah yang perlu diambil untuk saat ini, tidak perlu saling menyalahkan diinternal DLH Karawang, apa lagi menyalahkan pihak yang tidak memiliki otoritas dalam mengendalikan anggaran. Lebih baik fokus bagaimana memperjuangkan penambahan anggaran untuk dapat mengatasi permasalahan sampah di Karawang,” Tegasnya
“Mudah – mudahan masih bisa melakukan pergeseran anggaran, dan kalaupun tidak, harap diperjuangkan pada saat pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau perubahan Tahun Anggaran 2026 nanti,” Pungkas Andri



















