Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKarawang

Diduga Gunakan Besi “Bancian”, Proyek Majelis Taklim Al-Husniyah Kedungjeruk Disorot

15
×

Diduga Gunakan Besi “Bancian”, Proyek Majelis Taklim Al-Husniyah Kedungjeruk Disorot

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Redaksi

KARAWANG | sorotfakta.co.id

Example 300x600

Proyek pembangunan sarana keagamaan Majelis Taklim Al-Husniyah yang berlokasi di Dusun Cimahi, RT 001/RW 03, Desa Kedungjeruk, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Proyek yang disebut bersumber dari anggaran pemerintah tersebut diduga menggunakan material besi yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Sorotan tidak hanya tertuju pada kualitas material, tetapi juga pada tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi merupakan bagian penting dalam keterbukaan pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah, karena memuat informasi mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, waktu pelaksanaan, hingga penyedia jasa atau kontraktor.

Temuan tersebut diketahui saat awak media melakukan pemantauan langsung ke lokasi proyek pada Sabtu (12/9/2026).

Besi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi terutama ditemukan pada material besi yang digunakan untuk struktur sloof. Berdasarkan keterangan salah seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, besi yang semestinya digunakan idealnya berdiameter 10 milimeter untuk tulangan dan 6 milimeter untuk besi cincin atau begel.

Untuk memastikan ukuran material secara langsung, awak media melakukan pengukuran menggunakan alat ukur presisi berupa jangka sorong (sigmat).

Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan besi yang terpasang memiliki ukuran sekitar 7,9 milimeter, sedangkan besi cincin atau begel yang diukur sekitar 4,5 milimeter.

Perbedaan ukuran tersebut kemudian menjadi pertanyaan serius terkait kesesuaian material dengan spesifikasi teknis yang seharusnya digunakan dalam pekerjaan.

Pekerja Sebut Besi “Bancian”

Seorang pekerja di lokasi juga membenarkan bahwa material besi yang digunakan bukan besi dengan ukuran full. Material tersebut di lapangan populer disebut sebagai besi “bancian”, yakni besi yang ukuran diameternya lebih kecil dibanding ukuran nominal yang tercantum atau dipersyaratkan.

Jika nantinya hasil pemeriksaan teknis dari pihak berwenang membuktikan bahwa ukuran dan jenis material tersebut tidak sesuai dengan dokumen kontrak maupun spesifikasi pekerjaan, kondisi tersebut tentu perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan kualitas konstruksi dan keselamatan bangunan.

Dinas Diminta Turun ke Lapangan

Atas temuan tersebut, dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang didesak segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran secara resmi.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis, RAB maupun dokumen kontrak proyek.

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi, pihak berwenang diharapkan mengambil langkah sesuai ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku, termasuk meminta perbaikan atau pembongkaran bagian pekerjaan yang tidak memenuhi standar apabila memang secara teknis dinyatakan tidak layak.

Selain itu, transparansi proyek juga perlu menjadi perhatian dengan memastikan informasi mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, serta masa pelaksanaan dapat diketahui masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penggunaan besi yang tidak sesuai spesifikasi tersebut.

Redaksi sorotfakta.co.id akan terus melakukan konfirmasi dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak terkait

( BARKI )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *