Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKarawangNasional

Pemuda Panitia HUT RI Ditemukan Tewas di Irigasi Batujaya, Ada Dugaan Kejanggalan

110
×

Pemuda Panitia HUT RI Ditemukan Tewas di Irigasi Batujaya, Ada Dugaan Kejanggalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Redaksi

KARAWANGSorotFakta.co.id

Example 300x600

Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Dusun I Tarsari, RT 01/02, Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, mendadak berubah menjadi kabar duka. Seorang pemuda yang sehari sebelumnya ikut terlibat dalam kegiatan perayaan 17 Agustus ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi Sasak Haji Inen, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui sempat aktif mengikuti rangkaian perlombaan sekaligus membantu kepanitiaan kegiatan HUT RI pada Minggu (23/8/2026). Saat itu,

korban terlihat mengenakan kaos berwarna biru.Usai kegiatan selesai, korban disebut sempat berpamitan untuk menemui seorang temannya.

Namun, hingga waktu berlalu, korban tidak kunjung kembali ke rumah.Kondisi tersebut membuat keluarga mulai khawatir. Pencarian kemudian dilakukan hingga malam dan berlanjut sampai dini hari. Maryati, ibu korban, mengaku sangat terpukul dan kelelahan karena terus mencari keberadaan anaknya.Harapan keluarga untuk menemukan korban dalam keadaan selamat akhirnya berubah menjadi duka.

Pada Senin siang, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan mengambang di saluran irigasi Sasak Haji Inen.Penemuan jenazah tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di tengah keluarga.

Pasalnya, menurut keterangan pihak keluarga, terdapat dugaan luka pada bagian leher yang disebut menyerupai luka tusukan serta keluarnya darah dari sekitar mata korban.

Temuan tersebut mendorong masyarakat meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan penyebab kematian korban.

Tokoh masyarakat Batujaya sekaligus praktisi hukum, Alek Sukardi, S.H., menilai aparat penegak hukum perlu bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus tersebut.Menurut Alek, status kematian korban harus dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, apakah disebabkan kecelakaan, kondisi medis, atau terdapat unsur tindak pidana.“Jangan sampai ada kesimpulan sebelum seluruh fakta dan bukti diperiksa secara menyeluruh. Aparat harus transparan dalam mengungkap penyebab kematian korban,” ujarnya.

Alek yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Karyamulya menambahkan, apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana, proses hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.Sementara itu, pihak keluarga hingga kini masih diliputi kebingungan dan keraguan terkait langkah autopsi.

Minimnya pemahaman mengenai prosedur hukum disebut menjadi salah satu kendala.Warga berharap aparat kepolisian segera memberikan penjelasan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis, sehingga penyebab kematian pemuda tersebut tidak menjadi misteri berkepanjangan.

Masyarakat juga meminta seluruh proses penanganan dilakukan secara objektif agar keluarga korban memperoleh kepastian dan keadilan.

( Mulyadi )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *