Karawang || Sorotfakta.co.id – Proyek peningkatan Jalan Lingkungan Kepuh Ibnu Sina RT 004 RW 014, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, kini berada di bawah sorotan tajam publik. Pekerjaan yang dibiayai dari APBD Kabupaten Karawang diduga kuat menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), namun anehnya dugaan lolos dari pengawas lapangan dan tim komisi.
Proyek dengan nilai anggaran Rp188.451.000 tersebut tercatat dalam kontrak nomor 01/SPK/PM.PL-47/KPA-PRKP/2025, berada di bawah kendali Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, serta dilaksanakan oleh CV. EILIYA PUTRI PERKASA.
Indikasi Penyimpangan Spesifikasi Mencolok
Hasil kroscek di lapangan. Kamis (08/01/2026) menunjukkan indikasi kuat penyimpangan teknis. Material hotmix yang digunakan tampak bertekstur kasar dengan agregat batu berukuran besar, jauh dari karakteristik hotmix AC-WC yang lazim digunakan sebagai lapisan aus pada jalan lingkungan.
Fakta lapangan justru mengarah pada dugaan penggunaan hotmix AC-BC, jenis lapisan antara yang seharusnya bukan diperuntukkan sebagai lapisan permukaan akhir. Lebih janggal lagi, dengan fungsi jalan lingkungan sebagaimana tercantum dalam spesifikasi umum proyek sejenis.
Seorang warga berinisial HS menegaskan bahwa perbedaan tersebut sangat kasat mata.
“Kalau AC-WC, batunya halus. Ini jelas kasar dan besar. diduga kuat menggunakan jenis hotmix AC-BC dan biasanya ketebalan 5 sampai 6 cm, kenapa dipakai untuk lapisan atas? Ini proyek jalan lingkungan, bukan jalan kelas berat. Sangat janggal,” tegasnya.
Pengawas dan Komisi Bungkam, Publik Curiga
Ironisnya, ketika kejanggalan ini dikonfirmasi kepada Anton diduga pengawas proyek tersebut, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban sama sekali meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Iman, yang disebut sebagai bagian dari tim komisi, yang hingga kini memilih bungkam seribu bahasa.
Sikap diam tersebut memicu kecurigaan publik. Bungkamnya pengawas dan tim komisi dinilai sebagai bentuk pengabaian fungsi kontrol, bahkan dikhawatirkan membuka ruang terjadinya pembiaran sistematis terhadap proyek bermasalah.

Potensi Kerugian Negara dan Pelanggaran Prosedur
Apabila dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini benar, maka proyek tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara serta melanggar prinsip efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik. Penggunaan jenis hotmix yang tidak sesuai peruntukan juga berisiko menurunkan mutu dan umur teknis jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, CV. EILIYA PUTRI PERKASA selaku pelaksana proyek belum dimintai keterangan, memperkuat kesan minimnya transparansi dalam pelaksanaan proyek pemerintah.
Desakan Audit Menyeluruh dan Sanksi Tegas
Masyarakat mendesak Dinas PRKP Kabupaten Karawang untuk segera turun tangan, melakukan sidak lapangan, mengevaluasi kinerja pengawas dan tim komisi, serta melaksanakan audit teknis dan administrasi secara menyeluruh.
Publik juga meminta agar Inspektorat Kabupaten Karawang dan aparat penegak hukum tidak menutup mata. Jika terbukti terjadi penyimpangan atau permainan spesifikasi, maka pihak-pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban hukum dan diberikan sanksi tegas tanpa kompromi.
Proyek ini menjadi ujian serius bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menegakkan transparansi, integritas, dan pengelolaan uang rakyat secara bertanggung jawab.
(Red)



















